22 Juli 2008

Goes to PEKSIMINAS Jambi 2008

Tinggal beberapa hari lagi akan di gelar perhelatan seni mahasiswa tingkat nasional, PEKSIMINAS, atau Pekan Seni Mahasiswa Nasional pada tanggal 25 s.d. 30 Juli 2008. Kontingen Sumsel yang di wakili oleh Unsri mengirim beberapa cabang seni salah satunya adalah seni suara. PSM -Belisario Choir- Unsri menjadi utusan dalam perhelatan tsb. Cabang yang diikutsertakan adalah lomba vocal group, kategori pria dan wanita untuk: lomba lagu dangdut, lomba lagu keroncong, lomba lagu pop, dan lomba lagu seriosa.
Kebetulan saya dipercaya mewakili Sumsel menjadi salah peserta lomba lagu seriosa kategori Pria. Terimakasih kepada kak Edi yang telah mempercayakan tanggung jawab ini kepada saya. Kendala yang saya hadapi dalam hal ini adalah peserta di wajibkan membawa lagu wajib dan lagu pilihan. Tetapi partitur untuk lagu wajib seriosa tsb belum saya miliki padahal waktu untuk tinggal beberapa hari lagi. Jadi mohon kepada yang punya partitur lagu seriosa Judul: senyuman dalam derita untuk menginformasikan kepada saya. terima kasih!
persiapan untuk kontingen yang lain telah rampung sekitar 75%. jadi tinggal latihan-latihan untuk lebih bagus lagi. untuk target paling tidak Belisario Choir mendapat paling tidak 3 dari 7 cabang lomba mendapat juara. amin!

17 Juli 2008

Pecah Telok

Men sudah di pecahke terserahla nak di dadar, matosapi ato orak arik. Jangan be tbuang percuma pcak telok busuk.
Lai yolah pulo !!
Rai cak telok!
Busuuuk pulok!

Aku taunyo Komunitas Blogger Wong Kito ni dari seorang Tutor yg cantik. hehhhehe..
di PALCOMTECH (nah! palcomtech seharusnyo bayar komisi kerno la aku pulikasike namonyo. hehehehe!)
Sbenernyo aku bkn siswa palcomtech. tapi waktu tu kami dr rombongan finalis BGP 2008 ningali(sanjo) ke palcomtech n akhirnyo blajar but Blog.
nah tutor kami yg cantik itulah yg ngenalke Wong Kito ke kami. Aku tertarin n cubo2 melok. mogo2 be pacak pecah telok trus melok komunitas Wong kito..
amiiiiin!
syarat2nyo nak gabung sudah aku lajuke:
  1. nempelke badge komunitas Wong Kito
  2. muat thread di milis googlegroups (walau blom ado yg bales.... Bales oy!!)
  3. muat ini naH! blog yg pcaknyo dak keruan agok. hehehhee.......
dem itu dulu gek tambah syarat yg laen pulok men la pcah telok.
cak nyo yg paling saro dari syarat pecah telok ni yo dapet balesan dr thread yg di buat d milis google itu!!
dak ado nian yg ngagokkenyo...... tolooong!

Agar dapat dinyatakan lulus, thread Pecah Telok harus memenuhi persyaratan berikut.

  • Menerima minimal 7 reply anggota senior dalam waktu 24 jam.
  • Berisi minimal 50 reply.
  • Berisi maksimal 10 reply sendiri.
  • Dinyatakan lulus oleh pengelola milis.
jd aku minta bantuan nian samo kanco-kanco bantulah aku ni.....
mokasi galo2nyo ye....



Lirik Lagu Ya Samman!

Ya Samman!
cipt: Yayak

Nyelek blumban prau bidar di sungi musi
Jangan lah lupo meli telok abang
Cantek rupo penyaban dan baek ati
Adek manis brambut panjang di kuncit kepang

Blika liku sungi batang hari sembilan
Mengalir bemuaro ke sungi musi jugo
Elok laku ngaesi rupo cindo menawan
Muat kakak siang tekenang malem tejago

Pulo kmaro melah sungi musi ke sungsang
Nak ke pusri laju kesasar ke kalidoni
Badan saro pikiran resah ati teguncang
Ngarepke adek kalu be galak jadi bini

Reff:
Ay ya ya ya ya samman!
Pecaknyo mudah tapi saro nian
Ay ya ya ya ya samman!
Nyari bini yang bener-bener stulukan

Ay ya ya ya ya samman!
Ya samman! ya samman! ya samman!

15 Juli 2008

Songket, The Queen of Woven

Kota Palembang memiliki sejarah yang panjang, mulai dari kejayaan kerajaan Sriwijaya sampai Kesultanan Palembang Darussalam. Kerajaan Sriwijaya pada masa kejayaannya sekitar tahun 683 Masehi menjadi cikal bakal kota yang terletak di tepian sungai Musi ini. Banyak peninggalan tak ternilai berasal dari kerajaan terkenal itu, salah satunya adalah budaya wastra (kain) yang indah yaitu songket.

Gemerlap dan kilauan emas yang terpancar pada kain tenun ini, memberikan nilai tersendiri. Rangkaian benang yang tersusun dan teranyam lewat pola simetris membuat kain ini dibuat dengan keterampilan masyarakat yang memahami berbagai cara untuk membuat kain bermutu, serta yang sekaligus mampu menghias kain dengan beragam desain.

Songket tradisional ini dibuat dengan ketrampilan masyarakat yang memahami berbagai cara untuk membuat kain bermutu, serta yang sekaligus mampu menghias kain dengan beragam desain. Kemampuan ini biasanya diwariskan secara turun-temurun.

Sewet Songket atau kain Songket adalah kain yang biasanya dipakai atau dikenakan sebagai pembalut bagian bawah pakaian wanita. Biasanya sewet ini berteman dengan kemban atau selendang.
Bahan sewet songket ini ditenun secara teliti dengan mengunakan bahan benang sutera. Ciri khas songket Palembang terletak pada kehalusan dan keanggunannya sangat menonjol serta motifnya tidak sama dengan motif kain songket daerah lain. Oleh karena itu sewet songket ini dibuat dengan bahan halus dan seni yang tinggi maka harganya cukup mahal. Biasanya dipakai pada waktu tertentu pada saat perayaan perkawinan.
Pakaian songke lengkap yang dikenakan oleh pengaten, biasanya dengan Aesan Gede (kebesaran) Aesan Pengganggon (Paksangko) Aesan. Selendang Mantri Aesan Gandek (Gandik) dan sebagainya.

Sehelai kain tenun songket dari Palembang, mempunyai banyak makna, dan mempunyai nilai sejarah. Kain ini mungkin sebagai peninggalan nenek moyang si pemilik yang ditenun selama satu tahun, mungkin sebagai mahar, mungkin sebagai busana kebesaran adat pengantin , mungkin sebagai benda koleksi keluarga yang berharga, dan masih banyak lagi kemungkinan yang lain.

Kain tenun songket Palembang ini, sangat menarik, ditelusuri sejarahnya, maknanya, dan teknik pembuatannya. Kalau kita menilik warnanya yang khas, dan motif hiasnya yang indah, pastilah kita berkesimpulan bahwa songket ini dibuat dengan keterampilan, ketelatenan, kesabaran,dan daya kreasi yang tinggi. tidak salah jika songket mendapatkan predikat ratunya kain tenun.

Seperti seni tenun daerah lainnya di nusantara kita, kain songket Palembang ini tidak diketahui persis kapan mulai dikerjakan. di seluruh daratan melayu hampir seluruhnya memiliki kain songket. tetapi sonket palembang lebih memiliki kekhasan tersendiri, yaitu dari tenunannya yang rapat dan rapi sehingga benang emas yang terjalin terlihat seperti menyatu dan juga pada motifnya yang menarik. Untuk keperluan busana, mula-mula digunakan sebagai bahan dasar kulit kayu, kemudian rajutan daun-daun, dan yang terakhir ditanam kapas untuk dibuat benang sebagai bahan dasar kain tenun.

Palembang yang terletak di pulau Sumatra bagian Selatan ini dahulu menjadi pusat kerajaan Sriwijaya yang menjadi pintu masuk berbagai budaya dari manca negara. Mula-mula datang bangsa Portugis, kemudian bangsa India yang terakhir bangsa Cina. Pada abad ketujuh sampai abad kesebelas Masehi kerajaan Sriwijaya sedang jaya - jayanya dengan pelabuhannya yang ramai. Kecuali menjadi pusat perdagangan, Sriwijaya juga menjadi pusat agama Budha. Pusat kerajaan Sriwijaya, sekarang kota Palembang, merupakan tempat persinggahan pendeta dari Srilangka dan India yang akan pergi ke Cina. Itulah sebabnya budaya India ikut mempengaruhi motif hias kain songket Palembang.

Disamping itu pengaruh dari Cina juga melekat pada seni tenun Palembang terutama pada penerapan warna merah dan warna keemasan pada kain songket.

Karena adanya pengaruh budaya dari luar tadi terciptalah kain tenun dari Sriwijaya yang sangat indah dan bervariasi. Dengan demikian kain songket ini termasuk hasil budaya daerah yang harus dilestarikan. beberapa motif songket yang menjadi kekhasan songket:

  • nago besaung
  • jando beraes
  • tretes midar
  • bungo cino
  • bungo pacik
  • bungo inten
  • dll
Blog aq ni bakal diisi dgn hal2 seru, antara laen:
  • Diary (yg mungkin ada yg aq publikasikn dan ada yg gak). maklumlah... tidak semua hal2 pribadi qta layak untuk d ketahui oleh orang laen. sou desu ne?
  • Resep -resep masakan dari seluruh dunia!! Hmmm... oishii! (lezat!) makanya blog ini q namakan "Hmmmm.....Oishii!" maknyuzzz!
  • Sejarah, budaya, dan pariwisata my hometown, Palembang. Ini memang tugas kita bersama sebagai warga plembang dalam mensukseskan VISIT MUSI 2008! hahaha....... mentang la... bujang!
  • Dan juga Jepang!! iza-iza Harajyuku!!! tadaima! NAZE!? hohoho.... sore kara, bokuno sukina koto wa nihon ni totemo arimasta. etto....... anata wa wakarimasta ka?
  • Info penting dan menarik yg bisa aku bagi. iro-ironna!

Pembukaan UUD 2008

Ungkapan Ungkapan Diriku 2008 (UUD 2008)
Pembukaan
(Preambule)

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan beraspirasi itu adalah Hak segala orang. Dan oleh sebab itu maka penjajahan atas berpendapat di atas dunia harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan itu telah sampai lah kepada saat yang berbahagia. Dengan selamat sentosa menghantarkan semua orang kedepan pintu gerbang kemerdekaan berbicara yang inspiratif ,aspiratif, bebas dan terkendali.

Atas berkat Rahmat Allah yg maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan berbicara yg bebas maka saya menyatakan dengan ini kemerdekaan untuk menulis di blog saya.

Untuk membentuk suatu blog pribadi saya yg melindungi segenap privasi saya dan seluruh kepentingan saya dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut menjaga ketertiban dunia yg berdasarkan kemerdekaan beraspirasi, dan persatuan dan kesatuan para blogger. maka disusunlah blog saya tersebut dalam suatu Ungkapan Ungkapan Diriku yang mencakup kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yg lebih adil dan beradab; Persatuan para Blogger; dan Kebebasan berbicara yg dipimpin oleh hikmat/kebijaksanaan dalam forum blogger dan perwakilan; serta Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi setiap orang yg menbuka blog saya.



Hajime!
ini pertama kalinya aku isi blog.
Gak tau harus ngomong apa jadi aku buat aja spt preambule UUD45.
Sebelumnya saya minta maaf pada semua pihak yg berkaitan secara langsung ataupun tak langsung terhadap UUD 1945, dalam pembuatan Pembukaan UUD 2008 ini tidak memiliki maksud apapun kecuali menyampaikan kebebasan saya beraspirasi dalam blog saya. Silakan komentar anda!.
Doumo arigatou!