20 Agustus 2008
GBN 2008, Good bye Wiladatika Cibubur....
Eh, sebelumnya akan saya perkenalkan dahulu apa itu GBN. GBN singkatan dari Gita Bahana Nusantara yang merupakan kumpulan seniman-seniman suara, baik dari paduan suara(vokal) maupun orkestra(pemain musik), dari seluruh penjuru nusantara, yang dikumpulkan dan dilatih secara seksama oleh Dinas pariwisata dan kebudayaan RI untuk tampil dan menyanyikan lagu-lagu pilihan (aubade) dalam acara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ataupun dalam acara kenegaraan lainnya. Membanggakan sekali apabila dapat ikut serta dalam kegiatan tsb kan?
Berawal dari audisi yang ketat pada bulan juni 2008 di Palembang Indah Mall(PIM) yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan kebudayaan Provinsi Sumatra selatan. Diikuti sekurang-kurangnya 100 lebih peserta akhirnya aku dapat berhasil lolos sebagai peserta terbaik kategori suara Bass, yang mewakili sumsel untuk menyanyi di Istana merdeka pada acara detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke-63. alhamdulillah!! akhirnya bisa masuk ke Istana merdeka!!
kegiatan dimulai dari karantina dan pelatihan di taman wiladatika cibubur mulai tanggal 3 s.d. 20 agustus 2008. persiapan awal dari palembang ternyata cukup banyak juga. mulai dari mencari alat musik, rebana dan castagnet yg ternyata cukup susah dicari, hingga mempersiapkan pakaian adat daerah yang akan dipakai disana. belum lagi mengukur badan untuk dibuatkan pakaian yang ternyata banyak sekali dari kontingen lain termasuk saya yang tidak pas bajunya saat telah selesai di buat. terpaksa harus vermak dulu oleh penjahitnya. wow! bajunya dari Chossy Latu! untuk uang saku dari sumsel.... hmmm lumayan lah!! dibanding dari daerah laen. hehehehe.........
Awal datang di Jakarta langsung ketemu dengan kontingen lain di bandara. bareng bersama kami ke cibubur yaitu, Sumbar, NTT, Kalsel, Bengkulu, trus siapa lagi ya?... langsung kenalan dgn mereka. orang-orangnya ramah, n bersahabat. tapi mungkin aku agak kurang susah bergaul jadi belum langsung akrab dgn mereka. sampai di taman wiladatika, aduuuuhh!!! berisiiik banget kerna anak-anak orkestra sudah pada dateng yang kebanyakan dari ISI Jogjakarta dan sibuk mengalunkan suara-suara yang tidak karuan. pasti nanti bakal tidak bisa tidur nih!! aku dapat kamar di bark Anggrek no. 12. yes!! no favoritku! ternyata teman sekamarku sudah pada datang dari tadi. aku sekamar dengan Maichel Sila Salipadang dari Toraja-Sulsel, Rudi Gunawan dari Gorontalo, dan mas Adi Prayogi dan mas Nikko dari Jogja yang kebetulan anak perkusi-orkestra. untung perkusi.. jadi gak latihan gebuk-gebuk drum di kamar, iyalah! Kamarnya sempit! untuk orang berlima saja harus berhimpitan, apalagi kalo dimasuki seperangkat alat-alat perkusi. belum lagi suara yang dihasilkan dari gebukan drum tsb. ancur dah!!!
Mulanya aku blm punya temen disana kecuali Kevin, yg sama-sama dr sumsel dan tentu saja teman sekamarku, mike yg menggemaskan dan rudi yang aduh.... gmn ya bilangnya... pokoknya gitu deh!! unik! juga mas adi. klo mas niko jarang di kamar.. jd jarang ngobrol. hari pertama latihan kayaknya terasa beraaat banget soalnya kami jam 4 pagi sudah dibangunkan buat sholat dan olahraga! mana semalem baru bisa tidur jam 1 nungguin anak-anak orkestra brenti latihan masing-masing. blum lagi lihat jadwal yg sama setiap hari.... bisa drop sakit semua. tapi ternyata gak tau hari hari berikutnya tambah longgar aja peraturan mulai dari boleh bangun agak siang n olahaga ditiadakan sampe gak mau antri dan apel lagi klo mau makan. akhirnya karena sering ke mushola betemanlah sama anak anak masjid yg kemudian menjadi REMA alias remaja masjid. ada danny dan aa huda dari banten, afrian dan adam dari kepri, hendra dan rillond dari sumbar,ada pauzan dari bengkulu, harry dari lampung, aku, lalu tito dr jabar yg kemudian gak tau jarang muncul lagi di rema. rasa persaudaraan antara kami akhirnya tambah erat karena memang yang non muslim lebih banyak sehingga sering ke masjid bareng-bareng. mulanya cuma cowok semua tapi akhirnya ada mbak wuri yg sering marah kalo aku panggil mbak tri. padahal namanya kan triana wuri. jd gak salah aku panggil tri kan?
hari demi hari persiapan makin matang. ini karena didikan pelatih-pelatih handal kami! trimakasih pd pak agus dkk. tapi sayang, tidak semua anak bisa nyanyi di gedung MPRRI. hanya setengahnya saja dengan diaudisi lagi. untung semua kontingen dari sumsel lulus semua. sedihnya beberapa anak rema gak lulus.. hik..hik... aa huda sabar ya.. akhirnya jadwal yg paling melelahkan adalah saat-saat akan tampil di istana merdeka dan gedung MPR RI. gladinya lama bangeeet!! udanh nunggu, di ulang-ulang pula!! tapi hasilnya tidak mengecewakan. bahkan pak SBY memuji. hore..... (tapi tanpa expresi spt di iklan ale-ale.... heheheh... jd inget dara yg mempopulerkannya di barak amarilis).
hari H tiba! nyanyi di gedung MPR RI sukses! di istana negara? sukses juga dengan sedikit pengecualian. lagu tembang nusantara masih agak berantakan.. dikit sih... nah saat-saat inilah semuanya mulai sedih. karena ini berarti saat berpisah sdh dekat. mana ada acara nangis2an malem habis nyanyi di istana merdeka..... belom lagi...... udah!! aku gak mau cerita lagi..... hal yang menyedihkan adalah hal yang aku benci. .....
goodbye temen2 GBN 2008...
goodbye taman wiladatika.....
goodbye cibubur junction......
goodbye semuanya.....
sukses selalu buat kalian semua!!!!
22 Juli 2008
Goes to PEKSIMINAS Jambi 2008
Kebetulan saya dipercaya mewakili Sumsel menjadi salah peserta lomba lagu seriosa kategori Pria. Terimakasih kepada kak Edi yang telah mempercayakan tanggung jawab ini kepada saya. Kendala yang saya hadapi dalam hal ini adalah peserta di wajibkan membawa lagu wajib dan lagu pilihan. Tetapi partitur untuk lagu wajib seriosa tsb belum saya miliki padahal waktu untuk tinggal beberapa hari lagi. Jadi mohon kepada yang punya partitur lagu seriosa Judul: senyuman dalam derita untuk menginformasikan kepada saya. terima kasih!
persiapan untuk kontingen yang lain telah rampung sekitar 75%. jadi tinggal latihan-latihan untuk lebih bagus lagi. untuk target paling tidak Belisario Choir mendapat paling tidak 3 dari 7 cabang lomba mendapat juara. amin!
17 Juli 2008
Pecah Telok
Lai yolah pulo !!
Rai cak telok!
Busuuuk pulok!
Aku taunyo Komunitas Blogger Wong Kito ni dari seorang Tutor yg cantik. hehhhehe..
di PALCOMTECH (nah! palcomtech seharusnyo bayar komisi kerno la aku pulikasike namonyo. hehehehe!)
Sbenernyo aku bkn siswa palcomtech. tapi waktu tu kami dr rombongan finalis BGP 2008 ningali(sanjo) ke palcomtech n akhirnyo blajar but Blog.
nah tutor kami yg cantik itulah yg ngenalke Wong Kito ke kami. Aku tertarin n cubo2 melok. mogo2 be pacak pecah telok trus melok komunitas Wong kito..
amiiiiin!
syarat2nyo nak gabung sudah aku lajuke:
- nempelke badge komunitas Wong Kito
- muat thread di milis googlegroups (walau blom ado yg bales.... Bales oy!!)
- muat ini naH! blog yg pcaknyo dak keruan agok. hehehhee.......
cak nyo yg paling saro dari syarat pecah telok ni yo dapet balesan dr thread yg di buat d milis google itu!!
dak ado nian yg ngagokkenyo...... tolooong!
Agar dapat dinyatakan lulus, thread Pecah Telok harus memenuhi persyaratan berikut.
- Menerima minimal 7 reply anggota senior dalam waktu 24 jam.
- Berisi minimal 50 reply.
- Berisi maksimal 10 reply sendiri.
- Dinyatakan lulus oleh pengelola milis.
mokasi galo2nyo ye....
Lirik Lagu Ya Samman!
cipt: Yayak
Nyelek blumban prau bidar di sungi musi
Jangan lah lupo meli telok abang
Cantek rupo penyaban dan baek ati
Adek manis brambut panjang di kuncit kepang
Blika liku sungi batang hari sembilan
Mengalir bemuaro ke sungi musi jugo
Elok laku ngaesi rupo cindo menawan
Muat kakak siang tekenang malem tejago
Pulo kmaro melah sungi musi ke sungsang
Nak ke pusri laju kesasar ke kalidoni
Badan saro pikiran resah ati teguncang
Ngarepke adek kalu be galak jadi bini
Reff:
Ay ya ya ya ya samman!
Pecaknyo mudah tapi saro nian
Ay ya ya ya ya samman!
Nyari bini yang bener-bener stulukan
Ay ya ya ya ya samman!
Ya samman! ya samman! ya samman!
15 Juli 2008
Songket, The Queen of Woven
Kota Palembang memiliki sejarah yang panjang, mulai dari kejayaan kerajaan Sriwijaya sampai Kesultanan Palembang Darussalam. Kerajaan Sriwijaya pada masa kejayaannya sekitar tahun 683 Masehi menjadi cikal bakal kota yang terletak di tepian sungai Musi ini. Banyak peninggalan tak ternilai berasal dari kerajaan terkenal itu, salah satunya adalah budaya wastra (kain) yang indah yaitu songket.
Gemerlap dan kilauan emas yang terpancar pada kain tenun ini, memberikan nilai tersendiri. Rangkaian benang yang tersusun dan teranyam lewat pola simetris membuat kain ini dibuat dengan keterampilan masyarakat yang memahami berbagai cara untuk membuat kain bermutu, serta yang sekaligus mampu menghias kain dengan beragam desain.
Songket tradisional ini dibuat dengan ketrampilan masyarakat yang memahami berbagai cara untuk membuat kain bermutu, serta yang sekaligus mampu menghias kain dengan beragam desain. Kemampuan ini biasanya diwariskan secara turun-temurun.
Sewet Songket atau kain Songket adalah kain yang biasanya dipakai atau dikenakan sebagai pembalut bagian bawah pakaian wanita. Biasanya sewet ini berteman dengan kemban atau selendang.
Bahan sewet songket ini ditenun secara teliti dengan mengunakan bahan benang sutera. Ciri khas songket Palembang terletak pada kehalusan dan keanggunannya sangat menonjol serta motifnya tidak sama dengan motif kain songket daerah lain. Oleh karena itu sewet songket ini dibuat dengan bahan halus dan seni yang tinggi maka harganya cukup mahal. Biasanya dipakai pada waktu tertentu pada saat perayaan perkawinan.
Pakaian songke lengkap yang dikenakan oleh pengaten, biasanya dengan Aesan Gede (kebesaran) Aesan Pengganggon (Paksangko) Aesan. Selendang Mantri Aesan Gandek (Gandik) dan sebagainya.
Sehelai kain tenun songket dari Palembang, mempunyai banyak makna, dan mempunyai nilai sejarah. Kain ini mungkin sebagai peninggalan nenek moyang si pemilik yang ditenun selama satu tahun, mungkin sebagai mahar, mungkin sebagai busana kebesaran adat pengantin , mungkin sebagai benda koleksi keluarga yang berharga, dan masih banyak lagi kemungkinan yang lain.
Kain tenun songket Palembang ini, sangat menarik, ditelusuri sejarahnya, maknanya, dan teknik pembuatannya. Kalau kita menilik warnanya yang khas, dan motif hiasnya yang indah, pastilah kita berkesimpulan bahwa songket ini dibuat dengan keterampilan, ketelatenan, kesabaran,dan daya kreasi yang tinggi. tidak salah jika songket mendapatkan predikat ratunya kain tenun.
Seperti seni tenun daerah lainnya di nusantara kita, kain songket Palembang ini tidak diketahui persis kapan mulai dikerjakan. di seluruh daratan melayu hampir seluruhnya memiliki kain songket. tetapi sonket palembang lebih memiliki kekhasan tersendiri, yaitu dari tenunannya yang rapat dan rapi sehingga benang emas yang terjalin terlihat seperti menyatu dan juga pada motifnya yang menarik. Untuk keperluan busana, mula-mula digunakan sebagai bahan dasar kulit kayu, kemudian rajutan daun-daun, dan yang terakhir ditanam kapas untuk dibuat benang sebagai bahan dasar kain tenun.
Palembang yang terletak di pulau Sumatra bagian Selatan ini dahulu menjadi pusat kerajaan Sriwijaya yang menjadi pintu masuk berbagai budaya dari manca negara. Mula-mula datang bangsa Portugis, kemudian bangsa India yang terakhir bangsa Cina. Pada abad ketujuh sampai abad kesebelas Masehi kerajaan Sriwijaya sedang jaya - jayanya dengan pelabuhannya yang ramai. Kecuali menjadi pusat perdagangan, Sriwijaya juga menjadi pusat agama Budha. Pusat kerajaan Sriwijaya, sekarang kota Palembang, merupakan tempat persinggahan pendeta dari Srilangka dan India yang akan pergi ke Cina. Itulah sebabnya budaya India ikut mempengaruhi motif hias kain songket Palembang.
Disamping itu pengaruh dari Cina juga melekat pada seni tenun Palembang terutama pada penerapan warna merah dan warna keemasan pada kain songket.
Karena adanya pengaruh budaya dari luar tadi terciptalah kain tenun dari Sriwijaya yang sangat indah dan bervariasi. Dengan demikian kain songket ini termasuk hasil budaya daerah yang harus dilestarikan. beberapa motif songket yang menjadi kekhasan songket:
- nago besaung
- jando beraes
- tretes midar
- bungo cino
- bungo pacik
- bungo inten
- dll
- Diary (yg mungkin ada yg aq publikasikn dan ada yg gak). maklumlah... tidak semua hal2 pribadi qta layak untuk d ketahui oleh orang laen. sou desu ne?
- Resep -resep masakan dari seluruh dunia!! Hmmm... oishii! (lezat!) makanya blog ini q namakan "Hmmmm.....Oishii!" maknyuzzz!
- Sejarah, budaya, dan pariwisata my hometown, Palembang. Ini memang tugas kita bersama sebagai warga plembang dalam mensukseskan VISIT MUSI 2008! hahaha....... mentang la... bujang!
- Dan juga Jepang!! iza-iza Harajyuku!!! tadaima!
NAZE!? hohoho.... sore kara, bokuno sukina koto wa nihon ni totemo arimasta. etto....... anata wa wakarimasta ka?
- Info penting dan menarik yg bisa aku bagi. iro-ironna!
Pembukaan UUD 2008
(Preambule)
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan itu telah sampai lah kepada saat yang berbahagia. Dengan selamat sentosa menghantarkan semua orang kedepan pintu gerbang kemerdekaan berbicara yang inspiratif ,aspiratif, bebas dan terkendali.
Atas berkat Rahmat Allah yg maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan berbicara yg bebas maka saya menyatakan dengan ini kemerdekaan untuk menulis di blog saya.
Untuk membentuk suatu blog pribadi saya yg melindungi segenap privasi saya dan seluruh kepentingan saya dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut menjaga ketertiban dunia yg berdasarkan kemerdekaan beraspirasi, dan persatuan dan kesatuan para blogger. maka disusunlah blog saya tersebut dalam suatu Ungkapan Ungkapan Diriku yang mencakup kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yg lebih adil dan beradab; Persatuan para Blogger; dan Kebebasan berbicara yg dipimpin oleh hikmat/kebijaksanaan dalam forum blogger dan perwakilan; serta Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi setiap orang yg menbuka blog saya.
Hajime!
ini pertama kalinya aku isi blog.
Gak tau harus ngomong apa jadi aku buat aja spt preambule UUD45.
Sebelumnya saya minta maaf pada semua pihak yg berkaitan secara langsung ataupun tak langsung terhadap UUD 1945, dalam pembuatan Pembukaan UUD 2008 ini tidak memiliki maksud apapun kecuali menyampaikan kebebasan saya beraspirasi dalam blog saya. Silakan komentar anda!.
Doumo arigatou!
